Ahlan Wa Sahlan Mitra Anda dalam Berwawasan
Tampilkan postingan dengan label Seri Sufi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seri Sufi. Tampilkan semua postingan

Sufi Nyeleneh Vs Salafi Sholeh

Judul: Sufi Nyeleneh Vs Salafi Sholeh
Penulis: Abu Mujahid
Penerbit: Toobagus Publishing
Cetakan: -
Ukuran: 17.4 x 24.8 cm
Halaman: -
ISBN: 978-602-17239-8-2
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 70.000,- Rp. 56.000 




Kubu Muslim Tradisionalis vs Kubu Muslim Modernis, Islam Wasathiyah vs Islam Radikal, Radikalisme Islam Kontemporer, Islam Radikal & Kelompok Wahabi,
Neo-Wahabi & Wahabi Tulen, Teori-Teori Masuknya Islam di Nusantara,
Eksistensi Kebudayaan Lokal, Migrasi Muslim Campa, Komunitas Syi’ah Pertama, Kemunculan Islam Nusantara, Salafi-Salafi Pertama di Indonesia,
Menegakkan Syariat Islam di Indonesia, Tauhid Gaya Sokrates,
Aristoteles Manusia Musyrik, Filsafat dalam Kubu Muslim Modernis,
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Menilai Filsafat.


Masih membaca buku-buku teks sejarah Indonesia yang banyak beredar sekarang ini? Percaya apa yang ditulis tentang Islam di Indonesia di dalam buku-buku itu?

Jika ya, akan terbaca bahwa kaum Sufi memiliki peran besar dalam islamisasi di Nusantara. Merekalah yang ditulis sebagai para penerus usaha islamisasi sampai ke pelosok-pelosok Nusantara yang semula hanya terbatas pada bandar-bandar niaga, kota-kota pesisir.

Jika pembacaan itu diteruskan, akan kembali ditemukan bahwa yang banyak berperan secara khusus dalam proses itu adalah sufi-sufi dari tarekat Syattariyah. Fleksibilitas anggota-anggota tarekat Syattariyah dalam menjalankan Islam membuat banyak penduduk pedesaan tertarik kepada Islam, meskipun – tentu saja – di satu sisi tidak total melepskan keyakinan kuno mereka.

Buku-buku teks sejarah itu, ternyata, berbicara juga tentang perseturuan antara kaum Sufi dan mereka yang disasar sebagai Wahabi (atau Wahhabi). Ya, sebuah perseturuan yang panjang dan lama dalam sejarah Islam di Indonesia. Sebuah perseturuan yang sering disederhanakan menjadi tradisionalis versus modernis.

Buku ini semacam tanggapan yang bersifat eksplanatif atas apa yang ditulis dalam Sufi “ndeso” Vs. Wahabi Kota. Berusaha bercerita tentang apa yang terjadi di tengah kubu Sufi Ndeso dan Wahabi kota sekarang, Sufi Nyeleneh Versus Salafi Sholeh ini, jelas, berisi cerita yang masih terus berjalan.

FIGUR WANITA SUFI

Judul Asli: Rabi’ah Al-‘Adawiyah, Adzra’u al-Bashrah al-Batul 
Penulis: Abdul Mun’im Qandil
Penerjemah: Mohd. Royhan Hasbullah & Mohd. Sufyan Amrullah
Penerbit: Pustaka Progressif
Cetakan: Pertama, Mei 1993 ; Keempat, Oktober 2002
Ukuran: 13.1 x 19.4 cm
Halaman: x + 238 Hlm
ISBN: -
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 37.500,-





FIGUR WANITA SUFI
Perjalanan Hidup Rabi’ah al-Adawiyah dan Cintanya Kepada Allah


Romantika hidup Rabi’ah al-Adawiyah
Mengalun lembut tapi pasti
Kadang melukiskan keindahan
Kadang memaparkan lara menusuk sukma
Cinta suci kepada khaliknya
Memancarkan kilauan mutiara akhlakul
Karimah
Menghiasi langkah kehidupannya
Menggapai kebahagiaan hakiki
Di bawah naungan
Kasih sayang Yang maha Suci dan Abadi


Isi Buku:

Mimpi Ismail Bertemu Rasulullah Saw.
Rabi’ah Diculik
Majlis Dzikir
Menjadi Ustadzah
Dipinang Raja
Mengapa Rabi’ah Tak Mau Menikah?
Alam Akhirat
Mendidik Hati
Zuhud
Makrifat Pada Allah
Sederhana
Sabar
Pemimpin Orang-Orang Saleh
Rabi’ah Bermimpi
Ilmu Hakikat
Ikhlas
Tauladan
Jujur
Bunda
Bersama Pecinta Allah
Cinta
Keramat
Keramatnya Para Sahabat Rasul
Di Bawah Telapak Kaki
Bersama Malaikat di Langit
Ia Telah Tiada

Sufi pun Bicara Politik

Judul: Sufi pun bicara politik
Pemikiran Politik al-Ghazali
Penulis: Dr. Masykur Hakim, M.A.
Penerbit: Fima Rodheta 
Cetakan: Pertama, Februari 2007
Ukuran: 13 x 18.7 cm
Halaman: viii + 100 hlm
ISBN: 979-1039-01-1
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 16.000

PENGHIMPUN KEBAHAGIAAN : Metode Al-Quran dan Sunnah Tentang Kesempurnaan Hidup


Judul Asli: Jami’us Sa’adah (The Collector of Felicities) / Maktab E. Quran, India, 1985
Penulis: Muhammad Mahdi bin Abi Dzar Al-Naraqi
Penerbit:  Hikmah
Penerjemah: M. Hashem
Cetakan: V, Rabi’ Al Tsani, 1420 H/Agustus 2000 M
Ukuran: 11 x 17.4 cm
Halaman: vi + 113 hlm
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp 18.000



Akhlak (perilaku) merupakan salah satu faktor penentu arah kehidupan seseorang. Ia dapat membawanya menuju kesehatan jiwa dan kebahagiaan abadi, tetapi juga ketersiksaan abadi. Karena itu, manusia –yang senantiasa mendambakan dan berupaya meraih kebahagiaan—mesti menyucikan dirinya dari segala noda keburukan akhlak dan menghias dirinya dengan kebajikan.

Buku ini –ringkasan dari tiga jilid buku Jami Al-Sa’adah, buah karya ulama, sufi dan filosof besar Islam Muhammad Mahdi bin Abi Dzar Al-Naraqi—merupakan salah satu karya terbaik tentang akhlak. Di dalamnya diungkapkan tentang seluk-beluk jiwa, kesehatan dan penyakit-penyakitnya, pemeliharaan kesehatan serta penyembuhan penyakit-penyakitnya, dan juga pengaruh-pengaruh kesehatan dan penyakit jiwa pada diri individu dan masyarakat. Persoalan-persoalan itu disajikan dengan bahasa yang lugas dan ringan, berdasarkan Al-Quran, Al-Sunnah dan atsar (ajaran) para ulama terkemuka. Buku ini sangat cocok bagi para pembaca Muslim yang butuh panduan-panduan praktis guna meraih kesempurnaan hidup.

Pembahasan:

MUKADDIMAH: Makna dan Asal Kata Akhlak, Penyucian dan Penghiasan Jiwa, Kemampuan Jiwa: Pengaruh dan Kekhasannya, Jiwa dan Dayanya, Kesenangan dan Kedukaan, Kebaikan dan Kebahagiaan; 
KEBAJIKAN DAN KEBURUKAN MORAL: Pengimbangan dan Penyimpangan, Empat Jenis Keburukan, Akibat dari Berbagai Keburukan, Pentingnya Keadilan, Berbagai Jenis Keadilan, Pengembangan Diri; 
PENYAKIT-PENYAKIT KEJIWAAN DAN PENYEMBUHANNYA: Penyakit Daya Akal dan Penyembuhannya, Penyakit Daya Marah dan Penyembuhannya, Keburukan Daya Hawa Nafsu dan Penyembuhannya, Penyakit Daya Akal, Daya Marah dan Daya Nafsu Dengki (Hasad).

SEKOLAH ILAHI : Akhlak Suci Nabi yang Ummi


Judul Asli: The Unschooled Prophet / Islamic Propagation Organization, 1986 dan Attitude and Conduct of Prophet Myhammad / Islamic Propagation Organization, 1991
Penulis: Murtadha Muthahhari
Penerbit: Hikmah
Penerjemah: Dicky Sofyan dan Agustin
Cetakan: I, Rabi’ Al Tsani 1422/Juni 2001
Ukuran: 13 x 20.6 cm
Halaman: vi + 184 hlm
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp 23.500


Nabi Muhammad Saw, diyakini oleh umat Islam sebagai Nabi yang Ummi. Kata-kata Arab yang sering diartikan sebagai tidak bisa membaca dan menulis itu ternyata memiliki berbagai penafsiran. Sebagian kalangan tetap bersikukuh bahwa Nabi Muhammad memang tidak bisa membaca dan menulis; karena itu menjadi bukti terjaganya keaslian Al-Quran sebagai kalam Allah. Sementara itu ada juga kalangan yang berpendapat bahwa sebenarnya Nabi Muhammad bisa membaca dan menulis. Menurut kalangan yang kedua ini, pandangan bahwa Nabi tidak bisa baca-tulis justru karena adanya kesalahan penafsiran terhadap kata ummi; yang berarti “tidak terpelajar” atau “tidak diajar”.

Buku ini membahas lebih jauh makna sesungguhnya dari konsep ummi tersebut. Sekolah Ilahi ini bahkan disertai argumen-argumen historis yang sulit dibantah kebenarannya. Penulisnya, Muthahhari, memang termasuk ulama tradisional Islam yang memahami benar sumber-sumber klasik berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad. Buku ini memiliki daya tarik tersendiri dan layak dibaca karena ditulis oleh penulis yang sangat otoritatif.

Pembahasan:

NABI YANG UMMI: Nabi Yang Tak Bisa Baca-Tulis, Para Juru Tulis Rasulullah Saw., Peristiwa Hudaibiyah, Tuduhan Yang Aneh, Apakah Keyakinan Kepada Nabi Yang Tidak Bisa Baca-Tulis Berakar Dari Interpretasi Terhadap Kata Ummi?,  Apakah Dapat Disimpulkan Dari Al-Quran Bahwa Rasulullah Pernah Membaca dan Menulis?, Fakta-Fakta Sejarah dan Hadis, Tuduhan-Tuduhan Musuh, Pengetahuan Rasulullah Tidak Tersentuh Oleh Manusia.
TELADAN NABI: Sikap dan Perilaku, Tujuan dan Cara Mencapai Tujuan, Menyeru Kepada Kebenaran, Prinsip-Prinsip Berdakwah.

SURAT-SURAT SANG SUFI


Penulis: Muhammad Ibn ‘Abbad
Penerjemah: M. S. Nasrullah
Penerbit: Hikmah
Cetakan: II, Rabi’ Al-Awwal 1421 H/Juli 2000 M
Ukuran: 13 x 20.6 cm
Halaman: xcviii + 236 hlm
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 35.000




Setiap tokoh sufi mewakili genre berbeda dari begitu banyaknya tarikat sufi yang pernah ada. Sebut saja Al-Ghazali, Ibnu Al-Arabi, Al-Hallaj, Jalaluddin Rumi, Fariduddin Al-Aththar, dan Rabiah Al-Adawiyah. Mereka telah mengharumkan dunia tasawuf selama hayatnya. Di luar itu masih banyak tokoh-tokoh sufi yang juga punya sumbangsih bagi dunia tasawuf. Hanya persoalannya, tidak semua tokoh sufi mendapatkan publikasi yang berimbang ketimbang rekan-rekannya yang disebutkan di atas. Muhammad ibn ‘Abbad Al-Rondi salah satu dari yang kita maksudkan itu. Seperti diungkapkan Annemarie Schimmel, dalam pengantar buku ini, Ibn ‘Abbad tidak banyak meninggalkan karya. Tidak ada puisi, dan sia-sia saja orang mencari ucapan-ucapan ekstatik, uraian ihwal berbagai keadaan (hal) dan maqam kaum sufi, kidung pujian menggairahkan tentang Kekasih yang keindahan-abadi-Nya luar biasa, dan demi siapa orang mau menderita dan bersedia mati…

Buku Surat-Surat Sang Sufi ini merupakan satu-satunya karya Ibn ‘Abbad yang terpublikasikan dengan baik. Di tengah-tengah apresiasi yang begitu besar terhadap kehidupan sufisfik, buku ini patut ditoleh kembali sebagai rujukan dalam menempuh jalan sufi. Bagi pembaca yang ingin menghindari kebingungan kisah-kisah ekstatik dan cerita-cerita keajaiban para sufi “mabuk” (sukr) karya Ibn ‘Abbad ini menjadi jawaban yang tepat. Seperti akan pembaca temukan nanti, Surat-Surat Sang Sufi ini memang lebih mewakili sosok sederhana dan rendah hati seorang Ibn ‘Abbad.

Pembahasan:

Surat Pertama s/d Surat Keenam: Kepada Muhammad Ibn Adibah; Surat Ketujuh s/d Surat Kelimabelas: Kepada Yahya Al-Sarraj; Surat Keenambelas: Kepada Abu Ishaq Al-Syatibi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.