Ahlan Wa Sahlan Mitra Anda dalam Berwawasan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sejarah Al-Quran : "Nyawa" Sebuah Peradaban

Judul Asli: Tarikh Al-Qur'an / Islamic Propagation Organization, Iran, 1404/1984
Penulis: Abu Abdullah Al-Zanjani
Penerjemah: Kamaluddin Marzuki Anwar dan A. Qurtubi Hasan
Penerbit: Hikmah
Cetakan: I, Ramadhan 1421/Desember 2000
Ukuran: 11 x 17.2 cm
Halaman: xxxvi + 121 hlm
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 12.900



Buku yang ada di tangan pembaca ini menawarkan perspektif lebih luas dalam penulisan sejarah Al-Quran. Dengan sudut pandang yang lebih luas, penulisnya telah menempatkan Al-Quran tidaklah semata-mata sebuah kitab, tetapi ia adalah nyawa peradaban bagi umat Islam. Di dalamnya dibahas hal-hal mengenai turunnya wahyu, bagaimana ia diajarkan oleh Rasulullah, susunan surah-surahnya, Al-Quran pada masa awal, kodifikasi Al-Quran, tentang para ahli qiraat (qurra'), terjemahan Eropanya, dan pandangan Orientalis terhadap Al-Quran.

Kelengkapan buku ini, meskipun ringkas, dari cakupan bahasanya memang patut diacungi jempol. Uraiannya membawa kita kepada pemahaman yang lebih komprehensif terhadap Al-Quran. Dari segi buku ini memang memiliki nilai yang cukup tinggi sebagai bacaan praktis. Gaya bahasanya yang mudah dimengerti membuat buku ini dapat dibaca oleh berbagai kalangan.

Isi Buku:

Pengantar Oleh Prof. Allamah Ahmad Amin (Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Mesir)
Nabi Muhammad Saw. dan Al-Quran
Bab I Tersebarnya Tulisan (Khat) di Hijaz: Sejarah Tulisan Al-Quran
Bab II Al-Quran pada Masa Abu Bakar dan Umar
Bab III Al-Quran dalam Pandangan Orientalis

PENGHIMPUN KEBAHAGIAAN : Metode Al-Quran dan Sunnah Tentang Kesempurnaan Hidup


Judul Asli: Jami’us Sa’adah (The Collector of Felicities) / Maktab E. Quran, India, 1985
Penulis: Muhammad Mahdi bin Abi Dzar Al-Naraqi
Penerbit:  Hikmah
Penerjemah: M. Hashem
Cetakan: V, Rabi’ Al Tsani, 1420 H/Agustus 2000 M
Ukuran: 11 x 17.4 cm
Halaman: vi + 113 hlm
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp 18.000



Akhlak (perilaku) merupakan salah satu faktor penentu arah kehidupan seseorang. Ia dapat membawanya menuju kesehatan jiwa dan kebahagiaan abadi, tetapi juga ketersiksaan abadi. Karena itu, manusia –yang senantiasa mendambakan dan berupaya meraih kebahagiaan—mesti menyucikan dirinya dari segala noda keburukan akhlak dan menghias dirinya dengan kebajikan.

Buku ini –ringkasan dari tiga jilid buku Jami Al-Sa’adah, buah karya ulama, sufi dan filosof besar Islam Muhammad Mahdi bin Abi Dzar Al-Naraqi—merupakan salah satu karya terbaik tentang akhlak. Di dalamnya diungkapkan tentang seluk-beluk jiwa, kesehatan dan penyakit-penyakitnya, pemeliharaan kesehatan serta penyembuhan penyakit-penyakitnya, dan juga pengaruh-pengaruh kesehatan dan penyakit jiwa pada diri individu dan masyarakat. Persoalan-persoalan itu disajikan dengan bahasa yang lugas dan ringan, berdasarkan Al-Quran, Al-Sunnah dan atsar (ajaran) para ulama terkemuka. Buku ini sangat cocok bagi para pembaca Muslim yang butuh panduan-panduan praktis guna meraih kesempurnaan hidup.

Pembahasan:

MUKADDIMAH: Makna dan Asal Kata Akhlak, Penyucian dan Penghiasan Jiwa, Kemampuan Jiwa: Pengaruh dan Kekhasannya, Jiwa dan Dayanya, Kesenangan dan Kedukaan, Kebaikan dan Kebahagiaan; 
KEBAJIKAN DAN KEBURUKAN MORAL: Pengimbangan dan Penyimpangan, Empat Jenis Keburukan, Akibat dari Berbagai Keburukan, Pentingnya Keadilan, Berbagai Jenis Keadilan, Pengembangan Diri; 
PENYAKIT-PENYAKIT KEJIWAAN DAN PENYEMBUHANNYA: Penyakit Daya Akal dan Penyembuhannya, Penyakit Daya Marah dan Penyembuhannya, Keburukan Daya Hawa Nafsu dan Penyembuhannya, Penyakit Daya Akal, Daya Marah dan Daya Nafsu Dengki (Hasad).

SEKOLAH ILAHI : Akhlak Suci Nabi yang Ummi


Judul Asli: The Unschooled Prophet / Islamic Propagation Organization, 1986 dan Attitude and Conduct of Prophet Myhammad / Islamic Propagation Organization, 1991
Penulis: Murtadha Muthahhari
Penerbit: Hikmah
Penerjemah: Dicky Sofyan dan Agustin
Cetakan: I, Rabi’ Al Tsani 1422/Juni 2001
Ukuran: 13 x 20.6 cm
Halaman: vi + 184 hlm
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp 23.500


Nabi Muhammad Saw, diyakini oleh umat Islam sebagai Nabi yang Ummi. Kata-kata Arab yang sering diartikan sebagai tidak bisa membaca dan menulis itu ternyata memiliki berbagai penafsiran. Sebagian kalangan tetap bersikukuh bahwa Nabi Muhammad memang tidak bisa membaca dan menulis; karena itu menjadi bukti terjaganya keaslian Al-Quran sebagai kalam Allah. Sementara itu ada juga kalangan yang berpendapat bahwa sebenarnya Nabi Muhammad bisa membaca dan menulis. Menurut kalangan yang kedua ini, pandangan bahwa Nabi tidak bisa baca-tulis justru karena adanya kesalahan penafsiran terhadap kata ummi; yang berarti “tidak terpelajar” atau “tidak diajar”.

Buku ini membahas lebih jauh makna sesungguhnya dari konsep ummi tersebut. Sekolah Ilahi ini bahkan disertai argumen-argumen historis yang sulit dibantah kebenarannya. Penulisnya, Muthahhari, memang termasuk ulama tradisional Islam yang memahami benar sumber-sumber klasik berkaitan dengan kehidupan Nabi Muhammad. Buku ini memiliki daya tarik tersendiri dan layak dibaca karena ditulis oleh penulis yang sangat otoritatif.

Pembahasan:

NABI YANG UMMI: Nabi Yang Tak Bisa Baca-Tulis, Para Juru Tulis Rasulullah Saw., Peristiwa Hudaibiyah, Tuduhan Yang Aneh, Apakah Keyakinan Kepada Nabi Yang Tidak Bisa Baca-Tulis Berakar Dari Interpretasi Terhadap Kata Ummi?,  Apakah Dapat Disimpulkan Dari Al-Quran Bahwa Rasulullah Pernah Membaca dan Menulis?, Fakta-Fakta Sejarah dan Hadis, Tuduhan-Tuduhan Musuh, Pengetahuan Rasulullah Tidak Tersentuh Oleh Manusia.
TELADAN NABI: Sikap dan Perilaku, Tujuan dan Cara Mencapai Tujuan, Menyeru Kepada Kebenaran, Prinsip-Prinsip Berdakwah.

SURAT-SURAT SANG SUFI


Penulis: Muhammad Ibn ‘Abbad
Penerjemah: M. S. Nasrullah
Penerbit: Hikmah
Cetakan: II, Rabi’ Al-Awwal 1421 H/Juli 2000 M
Ukuran: 13 x 20.6 cm
Halaman: xcviii + 236 hlm
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 35.000




Setiap tokoh sufi mewakili genre berbeda dari begitu banyaknya tarikat sufi yang pernah ada. Sebut saja Al-Ghazali, Ibnu Al-Arabi, Al-Hallaj, Jalaluddin Rumi, Fariduddin Al-Aththar, dan Rabiah Al-Adawiyah. Mereka telah mengharumkan dunia tasawuf selama hayatnya. Di luar itu masih banyak tokoh-tokoh sufi yang juga punya sumbangsih bagi dunia tasawuf. Hanya persoalannya, tidak semua tokoh sufi mendapatkan publikasi yang berimbang ketimbang rekan-rekannya yang disebutkan di atas. Muhammad ibn ‘Abbad Al-Rondi salah satu dari yang kita maksudkan itu. Seperti diungkapkan Annemarie Schimmel, dalam pengantar buku ini, Ibn ‘Abbad tidak banyak meninggalkan karya. Tidak ada puisi, dan sia-sia saja orang mencari ucapan-ucapan ekstatik, uraian ihwal berbagai keadaan (hal) dan maqam kaum sufi, kidung pujian menggairahkan tentang Kekasih yang keindahan-abadi-Nya luar biasa, dan demi siapa orang mau menderita dan bersedia mati…

Buku Surat-Surat Sang Sufi ini merupakan satu-satunya karya Ibn ‘Abbad yang terpublikasikan dengan baik. Di tengah-tengah apresiasi yang begitu besar terhadap kehidupan sufisfik, buku ini patut ditoleh kembali sebagai rujukan dalam menempuh jalan sufi. Bagi pembaca yang ingin menghindari kebingungan kisah-kisah ekstatik dan cerita-cerita keajaiban para sufi “mabuk” (sukr) karya Ibn ‘Abbad ini menjadi jawaban yang tepat. Seperti akan pembaca temukan nanti, Surat-Surat Sang Sufi ini memang lebih mewakili sosok sederhana dan rendah hati seorang Ibn ‘Abbad.

Pembahasan:

Surat Pertama s/d Surat Keenam: Kepada Muhammad Ibn Adibah; Surat Ketujuh s/d Surat Kelimabelas: Kepada Yahya Al-Sarraj; Surat Keenambelas: Kepada Abu Ishaq Al-Syatibi.

SURAT-SURAT AL-GHAZALI : Kepada Para Penguasa, Pejabat Negara dan Ulama




Judul Asli
Letters of Al-Ghazali / Islamic Publications, Lahore, 1976
Penulis
Abdul Qayyum
Penerjemah
Haidar Bagir
Penerbit
Hikmah
Cetakan
V, Rabi’ Al Tsani 1420 H/Agustus 2000 M
Ukuran
11 x 17.4 cm
Halaman
xiii + 204 hlm
Jenis Cover
Soft Cover
Harga (Rp)
24.000



Inilah kumpulan terlengkap surat-surat Al-Ghazali yang sebelumnya tercecer di banyak bukunya. Akan Anda rasakan betapa eratnya kaitan antara kandungan surat-surat Al-Ghazali ini dengan problem sosial-politik-kultural saat ini. Protes sosialnya terhadap rezim otoriter, ketidakadilan ekonomi, penindasan hak-hak asasi manusia (HAM), praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), praktik peradilan yang tidak independen, kebejatan moral para elit politik, dan kemunafikan (kaum ulama) yang disampaikan melalui surat-suratnya, lebih terdengar sebagai jerit cendekiawan masa kini. Semua tak lepas dari kekhasan sikap hidup tasawuf yang dijalaninya.

Buku ini memberikan petunjuk bagaimana seharusnya Negara dikelola secara benar dan transparan. Pengelolaan Negara seperti itu, kata Al-Ghazali, dimungkinkan bila prilaku para penguasa dan pejabat Negara tidak bermental korup, rakus, dan --yang lebih mendasar--menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Karena itu, ia menyarankan sebaiknya para penguasa dan pejabat Negara menyelami sikap hidup tasawuf agar terhindar dari sikap-sikap negatif di atas.


Pembahasan:

Kepada Yang Mulia Sanjar Al-Saljuqi, Kepada Yang Mulia Nizamuddin Fakhrul Mulk, Kepada Yang Mulia Syihabul Islam, Kepada Yang Mulia Mujiruddin, Kepada Yang Mulia Mu’inul Mulk, Kepada Yang Mulia Saadat Khan, Kepada Salah Seorang Amir, Kepada Para Kepala Administrasi Seluruh Departemen Pemerintahan, Kepada Hakim-Hakim Maghrib-i-Aqsa, Kepada Khawaja Imam Abbasi, kepada Abul Hasan Mas’ud bin Muhammad bin Ghanam, Kepada Seluruh Ulama Terkemuka, Kepada Khawaja Abbas Khwarzam, kepada Ibnul Amie, Kepada Siapa Saja yang Berkepentingan, Kepada Hakim Imam Sa’id Imaduddin Muhammad al-Wazzan, Kepada Semua Orang yang Ingin Hidup Damai dan Takwa. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.