Ahlan Wa Sahlan Mitra Anda dalam Berwawasan
Tampilkan postingan dengan label Seri Salaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seri Salaf. Tampilkan semua postingan

FIKIH Salafi

Judul: FIKIH Salafi
Penulis: Mauqif dan Ijtihad Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Penerbit: Toobagus Publishing
Cetakan: -
Ukuran: 17 x 24.8 cm
Halaman: -
ISBN: 978-602-17239-1-3
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 88.000,- Rp. 70.400,-



Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang Imam dan Mujaddid yang sangat tawadhu (rendah hati), hal itu bisa kita dapati dari berbagai pendapat beliau dalam menjawab persoalan-persoalan umat dalam bidang Aqidah, Muamalah dan Fikih Ibadah yaitu dengan banyak menukilkan pendapat para ulama Salaf terdahulu seperti Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi.

Padahal sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya beliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) memiliki kapasitas dan kredibilitas sebagai seorang Imam, Mujaddid dan pejuang dakwah tauhid yang diakui keilmuannya oleh kawan dan lawan dakwah beliau.

Dalam buku ini pembaca tidak hanya disuguhkan persoalan fikih semata, namun adanya tanggapan dan bantahan ilmiah dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap pendapat-pendapat para ulama syi’ah dalam masalah fikih, sehingga bisa menambah tsaqofah (wawasan) kita dan semakin menjelaskan upaya tashfiyyah dan tarbiyyah yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam metode dakwahnya.

Selanjutnya kami persilahkan kepada para pembaca untuk menyelami lebih dalam samudra ilmu yang ada pada buku ini, selamat menikmati.

Salafi Antara Tuduhan dan Kenyataan

Judul: Salafi Antara Tuduhan dan Kenyataan
Penulis: Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Penerbit: Toobagus Publishing
Cetakan: -
Ukuran: 17.6 x 25.5 cm
Halaman: -
ISBN: 978-979-17604-8-5
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 75.000,- Rp. 60.000,-




Bantahan Ilmiah Terhadap Buku
“Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”
Karya ‘Syaikh’ Idahram
Disertai Jawaban Ilmiah Bagi Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, M.A. (Ketua Umum PBNU)
Atas Rekomendasi Terhadap Buku Tersebut


Kembali, pertarungan dan pergolakan antara pembela kebenaran dan kebatilan berlanjut.
Tersebutlah nama Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, salah seorang ulama mujaddid yang mengangkat bendera dakwah dan jihad terhadap kesyirikan dan bid’ah,
menjadi sasaran para pembenci dakwah yang beliau usung.

Demi memuluskan misi mereka untuk membawa manusia kepada kesesatan
dan meninggalkan kebenaran dakwah tauhid, mereka tidak malu dan tidak segan-segan berdusta dan memutarbalikkan fakta, asalkan wajah dakwah tauhid menjadi jelek dan menakutkan di mata umat manusia. Mereka hiasi perkataan dengan kata-kata indah nan menawan. Mereka tampilkan seakan ingin menyelamatkan manusia dari kesesatan, padahal hakikatnya menjauhkan manusia dari kebenaran dakwah tauhid yang mulia ini
demi melestarikan kesyirikan dan bid’ah mereka.

Alhamdulillah, Toobagus Publishing dapat kembali hadir ke tengah-tengah pembaca
dengan menghadirkan buku yang berjudul Salafi Antara Tuduhan dan Kenyataan
(Bantahan Ilmiah terhadap Buku Sejarah berdarah Sekte Salafi Wahabi
karya Syaikh Idahram).

Semoga buku ini dapat menjadi penjelas, pengarah, pencerah bagi yang ingin
mengetahui hakikat dakwah salafiyyah dan menjadi pencegah bagi para musuh dakwah
untuk terus menerus menebar fitrah.

 
SELANJUTNYA KAMI PERSILAHKAN PEMBACA UNTUK MENELAAH
LEMBAR DEMI LEMBAR BUKU INI.

Sufi Nyeleneh Vs Salafi Sholeh

Judul: Sufi Nyeleneh Vs Salafi Sholeh
Penulis: Abu Mujahid
Penerbit: Toobagus Publishing
Cetakan: -
Ukuran: 17.4 x 24.8 cm
Halaman: -
ISBN: 978-602-17239-8-2
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 70.000,- Rp. 56.000 




Kubu Muslim Tradisionalis vs Kubu Muslim Modernis, Islam Wasathiyah vs Islam Radikal, Radikalisme Islam Kontemporer, Islam Radikal & Kelompok Wahabi,
Neo-Wahabi & Wahabi Tulen, Teori-Teori Masuknya Islam di Nusantara,
Eksistensi Kebudayaan Lokal, Migrasi Muslim Campa, Komunitas Syi’ah Pertama, Kemunculan Islam Nusantara, Salafi-Salafi Pertama di Indonesia,
Menegakkan Syariat Islam di Indonesia, Tauhid Gaya Sokrates,
Aristoteles Manusia Musyrik, Filsafat dalam Kubu Muslim Modernis,
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Menilai Filsafat.


Masih membaca buku-buku teks sejarah Indonesia yang banyak beredar sekarang ini? Percaya apa yang ditulis tentang Islam di Indonesia di dalam buku-buku itu?

Jika ya, akan terbaca bahwa kaum Sufi memiliki peran besar dalam islamisasi di Nusantara. Merekalah yang ditulis sebagai para penerus usaha islamisasi sampai ke pelosok-pelosok Nusantara yang semula hanya terbatas pada bandar-bandar niaga, kota-kota pesisir.

Jika pembacaan itu diteruskan, akan kembali ditemukan bahwa yang banyak berperan secara khusus dalam proses itu adalah sufi-sufi dari tarekat Syattariyah. Fleksibilitas anggota-anggota tarekat Syattariyah dalam menjalankan Islam membuat banyak penduduk pedesaan tertarik kepada Islam, meskipun – tentu saja – di satu sisi tidak total melepskan keyakinan kuno mereka.

Buku-buku teks sejarah itu, ternyata, berbicara juga tentang perseturuan antara kaum Sufi dan mereka yang disasar sebagai Wahabi (atau Wahhabi). Ya, sebuah perseturuan yang panjang dan lama dalam sejarah Islam di Indonesia. Sebuah perseturuan yang sering disederhanakan menjadi tradisionalis versus modernis.

Buku ini semacam tanggapan yang bersifat eksplanatif atas apa yang ditulis dalam Sufi “ndeso” Vs. Wahabi Kota. Berusaha bercerita tentang apa yang terjadi di tengah kubu Sufi Ndeso dan Wahabi kota sekarang, Sufi Nyeleneh Versus Salafi Sholeh ini, jelas, berisi cerita yang masih terus berjalan.

Millah Muhammad Salafi Sejati

Judul: Millah Muhammad Salafi Sejati
Penulis: Asy-Syaikh Muhammad Umar Salim Bazmul & Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary
Penerbit: Toobagus Publishing
Cetakan: -
Ukuran: 17.2 x 24.8 cm
Halaman: -
ISBN: 978-602-17239-5-1
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 65.000,- Rp. 52.000,-



Para Teroris begitu getol menyuarakan “Doktrin Khawarijnya” lewat berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Perjuangan mereka seakan-akan masih panjang dan tidak akan pernah berakhir, sehingga apa yang mereka inginkan tercapai. Serangkaian aksi peledakan dan rencana pemboman yang telah disiapkan untuk menyebarkan teror di negeri ini, alhamdulillah, telah berhasil dilumphkan oleh pihak kepolisian – dalam hal ini Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dari Mabes Polri yang bertugs menjaga stabilitas negara dari terorisme.

Tentu saja apa yang telah dilakukan oleh pihak pemerintah negara ini dalam memberantas teroris patut kita syukuri dan kita bantu dengan sekuat tenaga agar negeri Indonesia ini senantiasa aman, tentram, sentosa dan sejahtera loh jinawi. Jazaakumullohu khoiron wa baarokallohufiykum. Salah satu usaha yang kita lakukan untuk menjaga agama ini adalah menjelaskan kebodohan dan penyelewengan mereka (para teroris “khawarij”) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Saw sekaligus membantah tulisan-tulisan “provokatif” mereka yang telah disebar di berbagai media. 
 
Salah satu buku induk yang dijadikan rujukan oleh orang-orang ‘khawarij’ ialah kitab yang berjudul Millah Ibrahim wa Da’watil Anbiya’ wal Mursalin wa Asalibut Tughah fi Tamyi’iha wa Sharfid Du’ati ‘anha yang ditulis oleh Abu Muhammad ‘Ashim Al-Maqdisi yang pada tahun 1994 telah ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh pihak kepolisian Yordania terkait fatwa-fatwa sesat seputar peledakan bom dan tulisan-tulisannya yang menyimpang. Kitab yang dimaksud telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Aman Abdurrahman seorang narapidana kasus terorisme yang terbukti telah mendanai sekaligus memerintahkan para muridnya untuk mengikuti pelatihan teroris di Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam pada tahun 2009.

Dalam buku ini, para pembaca akan disuguhkan tulisan dari Asy-Syaikh Muhammad Umar Salim Bazmul yang membantah Kitab Millah Ibrahim itu. Buku ini juga memuat tulisan Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary yang menanggapi tulisan Aman Abdurrahman (semoga Allah memberinya hidayah), Salafiyyah Yahudiyyah, yang menuduh komunitas Salafi seperti orang-orang Yahudi dan Ahmadiyah.

HIZBI NGAKU SALAFI

Judul: HIZBI NGAKU SALAFI
Penulis: Asy-Syaikh Rabi bin Hadi Umair Al-Madkhali
Penerbit: Toobagus Publishing
Cetakan: -
Ukuran: 17.5 x 24.7 cm
Halaman: -
ISBN: 978-602-17239-6-8
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 70.000,- Rp. 56.000,-




Siapa yang tak kenal Abul Hasan Al-Mishri?
Seorang orator ulung yang memiliki kemampuan memobilisasi massa
Seseorang yang mendengarkan ucapannya akan hanyut dan
Seolah-olah terhipnotis olehnya, namun apakah anda tahu?
SIAPAKAH DIA & BAGAIMANA PERGAULANNYA?

Komunitas Salafi tergolong ke dalam open society. Siapa saja dapat hadir dalam majelis-majelis pengajian mereka. Seorang intel kepolisian dapat ikut pengajian mereka, kapan pun, sebagaimana seorang penyusup dari sel-sel teroris dapat pula hadir di sana untuk membuat keonaran. 
 
Pada dasarnya, Salafi adalah gerakan dakwah yang bersifat trans nasional. Di Indonesia, komunitas Salafi sekarang merujuk kepada ulama-ulama mereka di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Yaman dan kuwait. Mereka juga banyak merujuk kepada kitab-kitab Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, salah seorang ulama Salafi yang pernah tinggal di Yordania.

Karena itu, apa yang difatwakan para ulama mereka terkait permasalahan dakwah akan sampai ke tengah komunitas-komunitas Salafi di berbagai belahan bumi ini. Di antara fatwa-fatwa merekaadalah fatwa tentang kesesatan Abul Hasan Al-Mishri.

Dari yang semula ingin beragama seperti para Salaf Ash-Shalih, Al-Mishri justru tertarik untuk beragama seperti anggota-anggota Ikhwanul Muslimin. Ia mulai berpikir seperti Hasan Al-Banna, lalu Sayyid Quthb, dan belakangan Muhammad Al-Ghazali. 
 
Oleh karena itu, Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali salah seorang syaikh Salafi di Arab Saudi, tergerak meluruskan kesalahan Al-Mishri. Setelah bertahun-tahun berusaha menyadarkannya, Syaikh Rabi’ mulai mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berisi bantahan terhadap pemikiran Al-Mishri seperti buku terjemahan yang ada di tangan pembaca sekarang ini.

Sejarah Salafi di Indonesia

Judul: Sejarah Salafi di Indonesia

Penulis: Abu Mujahid

Penerbit: Toobagus Publishing

Cetakan: Pertama, Shafar 1433 H / Januari 2012 M ; Kedua, Jumadil Akhir 1433 H / April 2012 M

Ukuran: 17.6 x 25.5 cm

Halaman: viii + 245 hlm

ISBN: 978-602-98534-9-0

Jenis Cover: Soft Cover

Harga: Rp. 75.000,- Rp. 60.000,-



Para Salab Mazhab Salaf, Para Pendahulu yang Baik,

Sepotong Geneologi Mazhab Salaf, AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH,

Kelompok-Kelompok Sempalan Pertama, Para Pemegang Hadits,

IMAM-IMAM SALAFI, ISLAM di INDONESIA, Islam Sinkretik dan Islam Murni,

Gerakan PADERI, Haji Rifai Kalisasak, AHMAD SUKARTI dari SUDAN,

DDII, Abu Nida’ Chamsaha Sofwan, Ja’far Umar Thalib & DEGOLAN,

1 Prinsip 2 Tokoh 3 Acara, LASKAR JIHAD



Deskripsi:

Istilah Salafi di Indonesia sekarang ternyata memiliki arti berbeda dari istilah Salafi yang pernah dikenal masyarakat kita puluhan tahun silam. Dulu, mereka mengenal istilah Salafi pada apa yang sekarang ini disebut Salafiyah atau Salafisme Abduh dan dalam banyak kesempatan sering juga disebut gerakan reformisme Islam. Istilah Salafi juga tidak semakna dengan apa yang sering diistilahkan masyarakat kita sebagai salaf pada label pesantren salaf atau pesantren salafiyah.



Menariknya, hampir tidak terpikirkan sama sekali waktu itu untuk menyamakan Salafisme Abduh dan apalagi pesantren Salafiyah sebagai bagian dari apa yang disebut dengan gerakan Wahhabi. Menyamakan istilah Salafisme Abduh, salafiyah dan Wahhabi ke dalam satu pengertian hanya akan melahirkan sebuah contradictio in terminis waktu itu.



Sebaliknya, Wahhabi banyak diyakini telah mengalami pengemasan ulang (repacking) sejak empat puluh tahun lalu. Mereka diyakini berusaha mengodifikasi dan mengikuti lagi secara sistematis pemahaman-pemahaman yang disampaikan tiga tokoh rujukan di kalangan Wahhabi dulu – Ibnu Taimiyah (1263 – 1328 M), Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (1292 – 1350 M) dan Muhammad bin Abdil Wahhab (1703 – 1792 M). Mereka sekarang disebut dengan Salafi.

Buku ini berusaha menjawab pertanyaan tentang Salafi. Apa dan siapa itu Salafi? Siapa yang menjadi rujukan mereka? Terkait dengan Indonesia, bagaimana mereka membangun sejarah di negeri ini?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.