Penulis: Muhammad Ibn ‘Abbad
Penerjemah: M. S. Nasrullah
Penerbit: Hikmah
Cetakan: II, Rabi’ Al-Awwal
1421 H/Juli 2000 M
Ukuran: 13 x 20.6 cm
Halaman: xcviii + 236 hlm
Jenis Cover: Soft Cover
Harga:
Rp. 35.000
Setiap tokoh sufi mewakili genre berbeda dari begitu banyaknya
tarikat sufi yang pernah ada. Sebut saja Al-Ghazali, Ibnu Al-Arabi, Al-Hallaj,
Jalaluddin Rumi, Fariduddin Al-Aththar, dan Rabiah Al-Adawiyah. Mereka telah
mengharumkan dunia tasawuf selama hayatnya. Di luar itu masih banyak
tokoh-tokoh sufi yang juga punya sumbangsih bagi dunia tasawuf. Hanya
persoalannya, tidak semua tokoh sufi mendapatkan publikasi yang berimbang
ketimbang rekan-rekannya yang disebutkan di atas. Muhammad ibn ‘Abbad Al-Rondi
salah satu dari yang kita maksudkan itu. Seperti diungkapkan Annemarie
Schimmel, dalam pengantar buku ini, Ibn ‘Abbad tidak banyak meninggalkan karya.
Tidak ada puisi, dan sia-sia saja orang mencari ucapan-ucapan ekstatik, uraian
ihwal berbagai keadaan (hal) dan maqam
kaum sufi, kidung pujian menggairahkan tentang Kekasih yang keindahan-abadi-Nya
luar biasa, dan demi siapa orang mau menderita dan bersedia mati…
Buku Surat-Surat
Sang Sufi ini merupakan satu-satunya karya Ibn ‘Abbad yang terpublikasikan
dengan baik. Di tengah-tengah apresiasi yang begitu besar terhadap kehidupan
sufisfik, buku ini patut ditoleh kembali sebagai rujukan dalam menempuh jalan
sufi. Bagi pembaca yang ingin menghindari kebingungan kisah-kisah ekstatik dan
cerita-cerita keajaiban para sufi “mabuk” (sukr)
karya Ibn ‘Abbad ini menjadi jawaban yang tepat. Seperti akan pembaca temukan
nanti, Surat-Surat Sang Sufi ini
memang lebih mewakili sosok sederhana dan rendah hati seorang Ibn ‘Abbad.
Pembahasan:
Surat Pertama s/d Surat Keenam: Kepada
Muhammad Ibn Adibah; Surat Ketujuh s/d Surat Kelimabelas: Kepada Yahya
Al-Sarraj; Surat Keenambelas: Kepada Abu Ishaq Al-Syatibi.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar